Langsung ke konten utama

Sepekan di 2023


Sepekan sudah kita mengawali 2023. Apa yang berbeda?

Ini tentang perasaanmu untuknya, apa masih tetap sama?

Bagaimana soal mimpimu, masih tetap ada atau justru telah hilang tak bersisa?

Lalu, tentang dirimu, apa masih baik-baik saja?

Begitulah kehidupan manusia dewasa "mempermainkan" kita. Dari sekian banyak keinginan di dada, salah satunya mungkin saja keinginanmu untuk kembali menjadi anak kecil yang tak pelik memikirkan soal rasa. Kamu ingin melakukan apapun yang dulu justru menjadi aktivitas yang kau benci dan tak ingin kau punya. Kamu ingin hidup seperti dulu yang tenang dan baik-baik saja, tak seperti sekarang yang sesekali meragukan dirimu sebab ada banyak realita yang justru menamparmu dan memecahkan seisi kepala.


Tahun berganti, kamu pun bertumbuh

Sebagian dari kita hari ini mungkin saja masih bergelut dengan perasaan dan kenyataan yang menyakitkan. Apapun yang dipikirkan di dalam diri sungguh berbenturan dan enggan berdamai apalagi bersandingan. Segala sesuatunya terlihat runyam, bahkan bagi kita yang berulang kali menumbuhkan keyakinan, Membisikkan diri berulang kali agar jangan pernah putus harapan, bila matahari terbenam akan muncul bintang-bintang malam.

Mengawali hari-hari yang baru, tanpa menuntaskan lebih dulu apa yang terjadi di masa lalu memang bukan perkara yang mudah. Selain soal hati, kamu perlu meyakinkan dirimu bahwa yang dulu biarlah berlalu. Tak ada pilihan untuk kembali memutar waktu dan menyelesaikan apa yang masih mengganjal di hatimu. Sebab waktu bergulir ke depan, bukan memintamu untuk kembali menetap di masa yang telah kamu lalui sebelumnya.

Semestinya demikian, tahun berganti, kamu pun belajar untuk bertumbuh.


Menjadi dewasa memang tak mudah

Menjadi dewasa memang melibatkan banyak perasaan. Bisa saja kamu menetap dalam kebimbangan, meragukan pendirian, mempertanyakan kesendirian, memperjuangkan harapan, hingga berdamai dengan kenyataan yang menyesakkan. Kamu mungkin merasa terlalu banyak tuntutan hingga tanpa disadari kamu menekan diri terlalu dalam. Semuanya melebur, tak bersisa.

Menjadi dewasa memang tak mudah. Apalagi di penghujung tahun biasanya kita sibuk menata diri dan menancapkan berbagai hal baru yang dianggap sebagai resolusi. Terlalu pelik. Seperti ada banyak hal baru yang sengaja kau susun, sementara sepekan berlalu di tahun yang baru, kamu bahkan masih berjuang untuk menata masa lalumu yang katamu cukup mengganggu.


Semuanya usai, melangkahlah ke depan

Memori yang ada di tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya, mari kita cukupkan saja. Tidak apa-apa rasanya jika apa yang kamu mimpikan sejak dulu ternyata belum berhasil kamu wujudkan. Sebegitu besarnya usaha dan doa yang disematkan, semestinya kamu pun tidak merasa segalanya berhenti dengan sia-sia. Kamu tetap berharga, bagaimanapun kondisi yang mengiringi. 

Mari sudahi lembaran di tahun yang lalu. Semuanya telah usai, melangkahlah ke depan.

Percayalah, tahun ini saatnya kamu menjemput kebahagiaanmu sendiri. Tetaplah berjuang dan hidup dengan bahagia :)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den