Langsung ke konten utama

Mengawali Juli


Mengawali Juli, ada banyak hal yang ingin kubagi: Tentang merelakan, melepaskan, memperjuangkan, hingga menunggu harapan agar satu-persatu terwujud dalam waktu yang terus berjalan.

Bulan ini sungguh berbeda. Begitu banyak rasa yang dipertaruhkan hingga beberapa kali dihadapkan pada kondisi yang ingin membuat diri menyerah saja. Kesedihan yang ada memang penuh alasan, begitu sedihnya hingga menangis pun ingin dilakukan dalam setiap kesempatan yang ada. Sedih, marah, dan kecewa terbingkai rapi dalam satu perasaan. Sesekali ku memantiknya, agar perasaan itu datang satu persatu untuk kumintai penjelasan, di bagian mana kesedihan itu kurasakan? Adakah hal yang membuatku marah? Bagaimana perasaan kecewa itu bisa tumbuh? Aku banyak bertanya, pada diriku sendiri, sebab itu tadi, bulan ini adalah Juli, ada banyak perasaan yang bermekaran dan semakin menjadi-jadi.

Juli hanyalah bulan, tetapi di dalamnya ada begitu banyak pemaknaan: Aku baru saja ditinggalkan, tetapi juga sedang menunggu kedatangan. Aku baru saja kehilangan harapan dalam
hubungan, tetapi juga sedang membenahi hati dari segala ketidakpastian. Di bulan ini, ada banyak mimpi besar yang dinanti-nantikan. Di bulan ini, ada hati yang perlu ditenangkan. Juli memang berbeda, ia tahu bagaimana caranya membuat manusia merasakan kebahagiaan dan kesedihan dalam satu momen yang berdekatan.

Aku menunggu kedatangan bulan ini dengan hati yang sumringah juga dilanda gelisah. Bertanya-tanya dalam hati, apakah aku akan kehilangan lagi? Atau setelah ini akan ada pelangi? Seperti yang banyak orang katakan, akan selalu ada pelangi selepas hujan dan badai yang tak berkesudahan. Iya, aku meyakini hati dan pikiranku, bahwa segalanya akan baik-baik saja. Aku melakukan semampuku, apapun garis Takdir Tuhan yang menuntunku, maka bagaimanapun semestinya bisa aku terima. Aku menginginkan apa yang menurutku aku butuhkan, tetapi Tuhan menuntunku untuk mendapatkan apa yang memang terbaik bagiku.

Mengawali Juli, semoga senantiasa kabar baik datang beriringan. Semoga segala harap dan keinginan terwujud dalam garis-garis kebaikan. Mari saling meng-aamiin-kan.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den