Langsung ke konten utama

Sepiku, Biar sesekali merundung...

Hari-hari itu teramat hening

Tapi rinduku sungguh berteriak nyaring

Kucari cara agar sedih ini segera berpaling

Namun lagi, aku dibuatnya tak bergeming

Sebab ketiadaanmu tak lantas buat rasaku mengering


Sejak lama fakta itu semestinya tak tertolak

Bahwa rasa ini hanya bertumbuh di satu pihak

Kau menang telak

Dalam angan-angan yang buatmu terbahak

Aku justru tenggelam dalam ruang yang buatku sulit bergerak

Kau curang, aku kalah telak


Sejak itu, nampaknya seluruh asa hanya terbungkus rayu dalam sajak

Kepergianmu memperjelas dengan layak

Bahwa hati dan pikiran sungguh tak mampu berjarak

Keadaan ini memaksaku tuk menapak

Beriringan memungut remah rasa yang lama tergeletak

Aku berjanji, untuk tak lagi menanti dengan harapan yang menjejak

Sebab hadirmu sungguh buat jiwaku beriak


Sepi itu menggaung

meluluhlantakkan kerinduan yang mendengung

Aku dan segenap rasaku, tak lagi ada yang mampu menanggung

Tersisih sendiri dengan harapan yang kian menggantung

Sungguh, ku ingin menyimpannya hanya dalam relung


Sepiku, biar saja sesekali merundung

Agar ia paham bagaimana pedihnya rindu yang menggunung

Dari hari yang tak berujung

Aku selalu berharap dan mematung

Agar kelak aku bisa sangat beruntung

Memiliki lelaki yang membuatku tersanjung

Dengan hatinya yang sungguh membuat senyumku rekah dan melengkung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den