Langsung ke konten utama

Dia, Perempuan itu...



Musim berganti, yang gugur kembali bersemi
yang kering kembali merekah, yang menguning kembali memerah

Namun sekali lagi,
ia tak pernah benar-benar mengerti
bahwa waktu tak pernah hati-hati, apalagi sekadar menyapa menelisik sanubari
disemai, tumbuh, kemudian dipatahkan tanpa permisi

Kalau kau lihat dirinya, terpana kau dibuatnya
jangankan tersandung luka, diiris pun takkan mungkin ia berderai air mata
berkali kali dihempas duka tak berkesudahan
ia tetap tumbuh anggun dan menakjubkan

Kau akan bertanya ribuan kali, datang darimanakah perempuan ini?
Lalu jawaban apa yang kau harapkan nanti?

Dia perempuan biasa. Tentu saja

Dalam manik matanya kau akan temukan cinta sekaligus luka
tanpa dia berkata pun, kau akan terbata-bata
pelan-pelan mencerna, dia sedang berduka ataukah bahagia
atau mungkin hatinya sedang dibungkus dua kegelisahan yang berbeda?
Lalu kau memilih pergi dan cari kabar selanjutnya tentang dirinya

Kau tak akan temukan apa apa
selain perasaan yang lambat laun menggeliat ingin ditata

Tentu saja tak akan banyak lelaki, yang dibuatnya jatuh hati
dia tak pantas, dia mengerti
namun sukma-nya, kau akan temukan pendaran itu dari senyumnya yang menawan
dari hatinya yang tulus tak tertahankan

Dia,
perempuan itu, kau akan temukan cintanya hingga ujung penantian
tak main-main dia tahu persis caranya membahagiakan

Dia,
perempuan itu, bantu tumbuhkanlah kembali hatinya
hidupkan kembali jiwanya yang lama mengabu
sayap-sayapnya yang patah, tunjukkan ia cara mengepakkannya

Dia, perempuan biasa
dan sekali lagi,
kau akan jatuh cinta untuk kesekian kalinya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den