Langsung ke konten utama

What Contribution Can We Make to The Society?

Dalam kesempatan wawancara yang dilakukan oleh salah satu media, Ibunda dari aktris terkenal, Maudy Ayunda, pernah berkata, "Buat apa kamu sekolah tinggi tinggi, tapi engga memberi manfaat buat orang lain?". Sejenak langsung merasa bahwa kalimat tersebut sepenuhnya benar. Mengingat betapa berhasilnya kedua orang tua seorang Maudy Ayunda mendidik anaknya hingga berhasil menjadi sosok yang begitu pandai, cerdas, dan terampil.

Tentu saja tidak wajib bergelar Doktor ataupun Profesor untuk bisa memberikan manfaat bagi orang lain, seorang Sarjana bahkan lulusan Sekolah Menengah sekalipun tetap bisa bermanfaat bagi orang lain.

Siapa yang tak kenal sosok Ibu Susi Pudjiastuti? Salah satu perempuan Indonesia yang paling saya idolakan. Sosok yang tangguh, pekerja keras, dan berani membawa perubahan. Lima tahun pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan agaknya membuat sosok ini menjadi idola sebagian besar perempuan. Tindakannya tentu saja mematahkan pendapat sebagian besar orang bahwa perempuan adalah kaum yang lemah. Beliau jelas membawa angin segar terhadap keraguan sebagian besar orang bahwa perempuan bukan sosok yang pas untuk menjadi pemimpin. Bahwa perempuan tidak se-luwes laki-laki dalam bertindak. Bahwa perempuan lebih cocok untuk berdiam diri di rumah. Nyatanya tidak begitu bukan? Selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan beliau banyak berpihak pada nelayan dan masyarakat kelas bawah yang menjadikan lautan sebagai tempat utama mata pencaharian mereka. Ditenggelamkannya kapal-kapal asing yang dengan sengaja menguasai perairan Indonesia. Pergi ke pelosok untuk berdialog dengan nelayan pesisir Sumatera hingga Papua. Beliau hanyalah lulusan Sekolah Menengah Petama, tetapi sosoknya sungguh mengagumkan dan begitu membanggakan. Contoh nyata bahwa untuk bisa bermanfaat bagi orang lain tidak perlu bersekolah hingga bergelar Doktor maupun Profesor.

Tokoh lainnya, kenalkah dengan sosok Anne Avantie? Desainer kebanggaan Indonesia. Beliau juga hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama. Tapi tahukah bahwa beliau memilih untuk berhenti memproduksi kebaya untuk sementara waktu dan memilih untuk menjahit ribuan baju APD para tenaga medis yang tengah bertugas melawan COVID-19? Menakjubkan sekali. Lagi-lagi, untuk bisa bermanfaat bagi orang lain tidak perlu bergelar tinggi, hati nurani lah kuncinya.

Tetapi bukan berarti, sekolah hingga bergelar tinggi adalah kesempatan yang sia-sia. Justru akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk berbagi dengan orang lain melalui bidang ilmu yang dimiliki. Jangan pernah lelah untuk belajar. Jika ada kesempatan, teruslah belajar dan memperbanyak ilmu. Ibu Susi Pudjiastuti dan Bunda Anne Avantie adalah salah dua tokoh yang begitu membanggakan. Sangat rendah hati dan tidak sungkan untuk menolong sesama.

And, it's time to us...

Now and in the future, what contribution can we make to the society?

I will tell about what I will do in the future :)

Mimpi terbesar saat ini adalah melanjutkan studi Magister Profesi Psikologi Klinis.
To be honest, I want to continue my study at the campus that I've been dreaming of. And after I graduated, I want to use my degree to do society service in remote areas of Indonesia. Kalau bisa memilih, ingin sekali rasanya bisa mengabdi di Tanah Papua :) That was the biggest hope that I had dreamed of.

Semoga Tuhan dan semesta mengabulkan apa yang selalu diharapkan dan diimpikan sejak lama.

Trust me, to be useful for others, we can start from small things.
Jangan pernah ragu dan jangan pernah malu. Dulu selama kuliah S1 saya beberapa kali melakukan pengabdian masyarakat, dan menakjubkan sekali rasanya ketika kita bisa membuat orang lain bahagia. Ingat ya, kebahagiaan tidak hanya berupa materi. Terkadang, mendengarkan keluh kesah dan harapan orang lain adalah hal yang begitu menyenangkan bagi orang tersebut. Semoga kita bisa menjadi orang yang rendah hati dan tidak sungkan untuk berbagi serta selalu peduli.

At the end, the most meaningful sentence is:
"If we choose to be a good person, then we will always be surrounded by good people."

Hopefully our existence can always inspire others :)























Dapat bonus beberapa foto selama melakukan pengabdian masyarakat semasa kuliah :)
Semoga bisa menginspirasi...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den