Langsung ke konten utama

TES INDIVIDUAL dan TES KELOMPOK dalam PSIKODIAGNOSTIK

Tes individual merupakan tes yang diberikan secara individual atau perorangan, yakni dengan cara tester berhadapan dengan testee.
Beberapa tes psikologi yang mengukur kepribadian seseorang dan merupakan tes individual, antara lain: tes kepribadian Rorschach, TAT (Thematic Apperception Test), tes intelegensi WAIS (Wechsler Adult Intellegence Scale), WISC (Wechsler Intellegence Scale for Children), tes intelegensi Stanford Binet, dan Skala Kaufman.

TES INDIVIDUAL

Tes Rorschach

Tes Rorscach, digunakan untuk melihat kepribadian seseorang. Lebih spesifiknya, tes ini mengevaluasi keadaan-keadaan emosi yang dialami klien dalam hidupnya, tingkat intelektual seseorang, dan memberi penjelasan terkait komponen-komponen kepribadian seseorang. Tes Rorschach merupakan sebuah tes psikologi di mana subjek diminta untuk memberi makna atau persepsi terhadap bercak tinta pada sebuah kartu yang bentuknya mendekati simetris, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan interpretasi psikologis.

TAT (Thematic Apperception Test)

TAT merupakan salah satu tes psikologi yang digunakan untuk mempelajari kepribadian individu secara menyeluruh (menginterpretasikan tingkah laku abnormal, penyakit psikosomatis, dan neurose). Tes ini merupakan tes psikologi yang dikenal dengan  melakukan interpretasi terhadap  gambar yang ambigu pada sebuah kartu dan klien diminta untuk bercerita dari apa yang dilihatnya pada gambar yang tertera di kartu. Klien ditugaskan untuk menceritakan apa yang sedang terjadi saat ini, yang terjadi sebelumnya (terkait dengan peristiwa apa yang menyebabkan peristiwa saat ini), bagaimana pikiran dan perasaan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita, dan bagaimana ending dari cerita yang telah dibuat oleh klien.

Tes intelegensi WAIS (Wechsler Adult Intellegence Scale)

adalah salah satu tes intelegensi yang fungsinya mengukur 2 aspek, yaitu aspek dalam hal kemampuan potensial tiap-tiap individu (aspek verbal) dan aspek performance. Revisi terbaru dari tes WAIS adalah WAIS-IV pada tahun 2008. Perubahan yang terdapat di dalam WAIS-III ke WAIS-IV adalah adanya penambahan 2 sub tes. Rincian subtes untuk keempat skor indeks adalah sebagai berikut
1.      Indeks Pemahaman Verbal
2.      Indeks Pemahaman Perseptual
3.      Indeks Working Memory
4.      Indeks Kecepatan Pengolahan


Tes intelegensi WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children)

Merupakan tes psikologi yang fungsinya mengukur intelegensi dengan 2 skala dari 12 subtes. 2 skala tersebut yakni skala verbal dan skala performansi. Tes ini diperuntukkan bagi anak-anak dengan usia 6-16 tahun. Revisi terbaru dari WISC adalah WISC-IV yang terdiri dari 15 subtes dimana 10 di antaranya sebagai subtes inti dan lima diantaranya dirancang sebagai subtes tambahan.

Tes Standford Binet

Tes Stanford Binet merupakan tes psikologi yang dapat digunakan untuk anak-anak dengan usia 2 tahun sampai dengan orang dewasa yang berusia 85 tahun ke atas.
Stanford Binet dengan terbitan terbaru, yakni edisi kelima menitikberatkan pemisahan intelegensi menjadi lima faktor dan dua bidang, yaitu: verbal dan non verbal sehingga menghasilkan 10 subtes. Faktor-faktor tersebut adalah:
1.      Fluid Reasoning
2.      Pengetahuan
3.      Penalaran Kuantitatif
4.      Penalaran Visual-Spasial
5.      Working Memory

Skala Kaufman

Kaufman Assessment Battery for Children (K-ABC)
Merupakan tes kemampuan kognitif yang dilaksanakan secara perorangan atau individual untuk anak-anak dan remaja yang berusia 3-18. tujuan dari tes ini adalah untuk meminimalkan perbedaan skor yang terjadi antara anak-anak yang berasal dari kelompok etnis dan budaya yang berbeda.

Kaufman Brief Intelligence (K-BIT)
Diperuntukkan bagi individu dengan usia 4-90 tahun. Tes penyaringan intelegensi umum standar yang baru-baru ini dipublikasikan dalam bentuk edisi kedua yaitu KBIT-2, yang terdiri dari 2 skala, yaitu:
  1. skala Crystallized atau verbal yang memiliki jenis pengetahuan verbal dan teka-teki.
  2. skala non verbal atau Fluid, yakni berupa soal-soal matriks.


TES KELOMPOK

Beberapa perbedaan antara tes individu dengan tes kelompok, antara lain:
1.      Dalam hal bentuk maupun susunan butir soal (item).
2.      Pertanyaan-pertanyaan terbuka yang mengundang tanggapan bebas dapat digunakan, dan digunakan  dalam tes-tes kelompok awal,  dewasa ini tes khusus menggunakan butir soal multi pilihan. Perubahan ini dituntut demi keseragamaan dan obyektivitas skoring.
3.      Kontrol atas kesulitan soal.
4.      Pemberian skor objektif dengan menggunakan mesin.

Multidimensional Aptitude Battery II (MAB-II)

MAB dirancang setara dengan WAIS-R dan diperuntukkan bagi individu dengan usia 16-74 tahun.

Tes Kemampuan Kognitif (CogAT – Cognitive Abilitiy Test

Merupakan tes psikologi yang mencakup tes kombinasi verbal, tes kombinasi kuantitatif, dan tes kombinasi nonverbal. CogAT merupakan salah satu tes kombinasi terbaik berbasis sekolah yang digunakan saat ini (Lohman & Hagen, 2001).

Culture Fair Intelligence Test (CFIT)

Merupakan salah satu tes intelegensi yang digunakan untuk keperluan yang kaitannya dengan faktor kecerdasan atau kemampuan mental serta berupaya meminimalkan bias budaya.

Matriks Progresif Raven (RPM)

Merupakan tes nonverbal penalaran induktif yang di dasarkan pada stimuli bergambar dan digunakan sebagai pengujian tambahan untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan dalam hal pendengaran , bahasa, dan fisik.

EPPS (Edward Personality Preference Schedule)

Merupakan tes psikologi yang dikembangkan oleh H. A. Murray dang digunakan untuk mengukur tingkat kepribadian seseorang, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki oleh seseorang.

PAPI (The Personality Preference Inventory)

Merupakan salah satu tes psikologi yang digunakan untuk memeriksa gaya kerja serta berusaha memberi penjelasan serta jawaban terkait pertanyaan permasalahan kepribadian inheren. PAPI memiliki 2 format, yakni:
PAPI-I (Ipsatif), format tes adalah wajib memilih preferensi-preferensi dari 90 pertanyaan.
PAPI-N (Normatif), format tes adalah melihat sejauh mana mereka setyju dengan 126 pernyataan.




Sumber:
Anne, Anastasi, Susaba Urbina (2007). Tes Psikologi. Edisi Ketujuh. Jakarta: PT indeks
Gregory, Robert J. 2013. Tes Psikologi. Edidi Keenam Jilid 1. Jakarta: PT Erlangga






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den