Langsung ke konten utama

Mengenali Apa itu Psikodoagnostik?

Hai…
Berjumpa lagi dengan Fitria sobat bloggers…
Hari ini saya akan membahas beberapa materi seputar salah satu mata kuliah di Fakultas Psikologi UP, yakni Psikodiagnostik. Materi-materi yang akan saya bahas antara lain mengenai definisi psikodiagnostik itu sendiri, sejarah, tes grafis & tes proyektif, tes intelegensi, tes inventori, tes kemampuan kerja, Holland Test dan RMIB Test.
So, dibaca baik-baik ya sobat bloggers…

Psikodiagnostik....
Apa sih psikodiagnostik itu???

Istilah psikodiagnostik pertama kali digunakan dalam buku terbitan Hermann Rorschach pada tahun 1921. Isi dari buku tersebut adalah pembahasan mengenai hasil eksperimennya dengan 10 buah kartu bergambar percikan tinta berwarna hitam dan tinda berwarna (Tes Rosrschach). Percikan tinta tersebut adalah simetris.

Dalam arti yang luas definisi psikodiagnostik memiliki 2 aspek, yaitu : 

1.   Aspek praktis, psikodiagnostik merupakan setiap metode untuk mendiagnosis kondisi psikologis, yang dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian dalam melakukannya. Contoh: Saat penjurusan, seleksi karyawan, dan untuk mutasi atau promosi jabatan.
2.   Aspek teoritis. Psikologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari manusia dengan segala aspek-aspek yang berkenaan dengan kehidupannya. Dalam rangka memahami manusia, maka diperlukan psikodiagnostik. Dalam hal ini, psikodiagnostik berarti studi ilmiah mengenai berbagai macam metode untuk mendiagnosis kondisi psikologis, agar dapat memperlakukan subjek secara tepat.

Beberapa kegunaan psikodiagnostik, di antaranya adakah:

a.  Clinical setting, diberlakukan di rumah sakit atau tempat-tempat sebagai pusat kesehatan mental, untuk mendeteksi apakah seseorang mengalami gangguan psikis atau tidak.
b.   Legal setting, dilakukan di tempat rehabilitasi, lembaga pemasyarakatan, atau lembaga peradilan, dengan tujuan untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang dibuat.
c.    Educational and vocational selection, biasanya dilakukan di sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi.
d.     Research setting, digunakan untuk mengembangkan alat-alat penelitian di Perguruan Tinggi.

SEJARAH mengenai PSIKODIAGNOSTIK

         2200 SM - Tes seleksi penerimaan pegawai baru di China.
     Yunani Kuno Abad Pertengahan 1837 - Evaluasi proses pendidikan di Yunani Kuno, test pendidikan formal di Eropa, pelatihan bagi penderita retardasi mental oleh Seguin.
         1838 - Publikasi mental retardation oleh Esquirol.
         1884 – test battery oleh Francis Galton.
         1890 – penggunaan istilah tes mental oleh James McKeen Cattel.
         1897 – pengembangan aritmatic, memory span, dan sentence competian oleh Ebbinghaus
         1901 – fakta mengenai brass instrument oleh Clark Wissler.
         1905 – tes kecerdasan modern pertama Binet dan Simon.
         1913 – Army Alpha dan Army Beta Robert Yerkes.
         1916 – lahir Stanford binet.
         1917 – alat tes kepribadian pertama oleh Robert Woodworth.
         1920 – Rorscach Inkblit ditemukan oleh Herman Rorscach.
         1921 – psychological corporation.
         1925 – berkembaangnya scholastic aptitude test.
         1927 -  edisi pertama strong vocational interest blank diterbitkan.
         1939 – Weschler Bellevue Intelegence Scale.
         1942 – Minnesota Multiphasic Personality Inventory Scale.
         1949 - Weschler Intelegencce Scale untuk anak-anak terbit.


Prinsip-prinsip dalam proses pelaksanaan psikodiagnostik:

1.       Perlakuan yang sama diberikan kepada setiap individu yang akan menjalani tes.
2.       Individu yang akan menjalani psikodiagnostik berada dalam kondisi sadar.
3.      Sarana dan prasarana memadai.

Metode dan teknik statistika:
1.      Observasi, pengamatan dan pencatatan terhadap subjek yang diteliti secara sistematis dan sengaja.
2.      Wawancara, percakapan dua orang atau lebih  yang berlangsung antara interviewee dan interviewer. 
3.      Tes Psikologi, membantu dalam memperoleh gambaran diri subjek.
4.      Analisa dokumen dan riwayat hidup, ijazah sekolah, arsip, catatan medis, buku harian, dan lain-lain.

TES GRAFIS DAN TES PROYEKTIF
-         Tes Grafis
WZT, DAP, BAUM, HTP
Tes WZT/WARTEGG merupakan tes psikologi yang bertujuan untuk mengeksplorasi struktur kepribadian individu dari fungsi dasarnya, seperti: imajinasi, emosi, kontrol, dinamisme, fungsi realita, melihat sejauh mana sebuah masalah “meluas” di dalam diri individu, dan melihat abnormalitas pada manusia.

DAP merupakan tes psikologi yang dilakukan dengan cara menggambar orang. Pada umumnya, tes ini dilakukan untuk proses seleksi karyawan di sebuah perusahaan, seleksi dan diagnose di militer, kesiapan pendidikan anak, penjurusan di sekolah, mengenai minat dan bakat yang sesuai untuk melanjutkan kuliah, dan digunakan psikolog untuk mendiagnosa kepribadian individu.

BAUM adalah tes psikologi yang dilakukan dengan cara menggambar pohon. Peran tes BAUM, antara lain: untuk melihat karakter/kepribadian individu, membantu psikolog klinis untuk mencari gambaran kepribadian individu, dan digunakan oleh tim rekrutmen di sebuah perusahaan sebagai metode untuk melihat potensi karyawan.

HTP (House-Tree-Person) à adalah tes psikologi yang dilakukan dengan cara menggambar rumah, pohon, dan orang.
Interpretasi terhadap gambar, antara lain:
Rumah             : Ukuran rumah, posisi jendela, atap rumah, trotoar, dan lain-lain.
Pohon              : Batang, dahan, daun, akar, dan lain-lain.
Orang              : Jenis kelamin, bentuk mulut, tangan, kaki, dan lain-lain.

-          GRAFOLOGI, DRAGON TEST
Grafologi merupakan ilmu yang dapat menginterpretasikan karakter individu melalui tulisan tangannya. Tujuannya adalah untuk melihat karakter dan kepribadian yang dimiliki individu (motivasi, keadaan mental, emosi, minat dan bakat, dan kekuatan serta kelemahan diri). 3 Konsep dalam grafologi, yaitu: ruang, gerak, dan bentuk.

Dragon Test merupakan tes yang psikologi yang diperuntukkan bagi anak-anak dengan objek:
Matahari, melambangkan sosok ayah.
Rumah, melambangkan sosok ibu.
Pohon, melambangkan seorang anak.
Naga, melambangkan kemarahan, kekuatan, kehendak, dinamika seorang anak.
Kolam, melambangkan perasaan, sensitivitas, dan kondisi emosi

-        TES PROYEKTIF
Tes Rorscach, digunakan untuk melihat kepribadian seseorang. Lebih spesifiknya, tes ini mengevaluasi keadaan-keadaan emosi yang dialami klien dalam hidupnya, tingkat intelektual seseorang, dan memberi penjelasan terkait komponen-komponen kepribadian seseorang.

TAT (Thematic Apperception Test), merupakan tes psikologi yang digunakan untuk mengukur aspek kepribadian individu.


TES INTELEGENSI

Macam-macam tes intelegensi, antara lain:
 IST, merupakan tes intelegensi dengan fungsi: dalam perencanaan pendidikan dan karir, membantu individu dalam proses pengambilan keputusan, pemahaman dan pengembangan diri, serta penggambaran pola kerja tertentu pada individu.

 CFIT, merupakan salah satu tes intelegensi yang digunakan untuk keperluan yang kaitannya dengan faktor kecerdasan atau kemampuan mental.


TM (Standard Progressive Matrices), adalah salah satu tes intelegensi yang dapat diberikan secara individual maupun kolektif (kelompok).

SB (Skala Binet), merupakan salah satu tes intelegensi yang diperuntukkan bagi anak-anak.

WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale Revised) adalah salah satu tes intelegensi yang fungsinya mengukur 2 aspek, yaitu aspek dalam hal kemampuan potensial tiap-tiap individu (aspek verbal) dan aspek performance.

WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children), merupakan tes psikologi yang fungsinya mengukur intelegensi dengan 2 skala dari 12 subtes. 2 skala tersebut yakni skala verbal dan skala performansi.


TES KEMAMPUAN KERJA
Tes Kraepelin, merupakan salah satu tes kemampuan kerja yang fungsinya untuk mengukur performa seseorang. Tes ini mengukur 4 faktor, yaitu: faktor kecepatan, faktor ketelitian, faktor keajegan, dan faktor ketahanan.

Tes Pauli, merupakan salah satu  tes kemampuan kerja yang fungsinya adalah mengukur prestasi individu, melihat pengaruh sikap kerja terhadap prestasi, serta mengetahui batas perbedaan kondisi dari individu tertentu.


TES EVALUASI BELAJAR, merupakan tes psikologi yang fungsinya adalah untuk mengevaluasi pencapaian tujuan pengajaran, mengukur tingkat keberhasilan siswa, memotivasi siswa dari hasil evaluasi, mengevaluasi kesulitan belajar yang dialami siswa, dan dapat memperbaiki program pembelajaran dari hasil evaluasi.

TES INVENTORI
PAPI (The Personality Preference Inventory), merupakan salah satu tes psikologi yang digunakan untuk memeriksa gaya kerja serta berusaha memberi penjelasan serta jawaban terkait pertanyaan permasalahan kepribadian inheren. PAPI memiliki 2 format, yakni:
PAPI-I (Ipsatif), format tes adalah wajib memilih preferensi-preferensi dari 90 pertanyaan.
PAPI-N (Normatif), format tes adalah melihat sejauh mana mereka setyju dengan 126 pernyataan.

NEO-PI-R (Neo Personality Inventory Revised), merupakan sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur big five traits melalui kuesioner. NEO-PI-R terdiri dari 240 item (5 faktor x 6 facet x 8 item). Beberapa tujuan dari tes ini adalah untuk mengukur hubungan interpersonal, keterbukaan diri terhadap pengalaman-pengalaman baru, kemampuan berorganisasi individu, kecenderungan untuk tunduk, serta kecenderungan emosi individu.

DISC (Dominance, Influence, Steadiness, Complience), merupakan tes psikologi yang digunakan untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian individu. Manfaat dari DISC, antara lain: untuk memahami tipe kepribadaian terkait dengan kelebihan ataupun kekurangan dirinya, dalam hal perencanaan masa depan yang lebih baik, serta penempatan yang sesuai dengan keunikan yang dimiliki oleh tiap-tiap individu.

EPPS (Edward Personality Preference Schedule), merupakan tes psikologi yang dikembangkan oleh H. A. Murray dang digunakan untuk mengukur tingkat kepribadian seseorang, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki oleh seseorang.

MBTI, merupakan tes psikologi yang dikembangkan pertama kali oleh Katherine Cook Briggs dan Isabel Brigss Myers dan digunakan untuk mengetahui tipe-tipe kepribadian seseorang di dalam lingkungannya dan mengklasifikasikan orang-orang menurut tipe kepribadian yang spesifik.

HOLLAND TEST merupakan salah satu tes kepribadian, di mana melihat interaksi antara kepribadian dengan lingkungan. 3 aspek yang dilihat dalam tes Holland adalah minat, kemampuan, dan ketertarikan.
6 model interaksi yang ada dalam test Holland, yaitu:
 Realistic: suka kegiatan luat, bekerja dengan alat, gigih, dan berhati-hati. Contoh: mekanik dan petani.
Investigative: berkaitan dengan sains dan matematika, bekerja secara sendiri, eksplorasi, analitis, kompleks, kritis, dan intelektual. Contoh: ahli biologi, teknisi medis, dan peneliti.
Artistic: berkaitan dengan imajinasi yang tinggi, menggunakan ide dan kreativitas, seni, emosional, dan ekspresif. Contoh: penari, composer, penyanyi, dan penulis.
Sosial: suka membantu permasalahan orang lain, terbuka, bekerja sama, dan simpatik. Contoh: guru, terapi, psikolog, konselor, dan perawat.
Entreprising: berjiwa kepemimpinan, politik, suka mempengaruhi orang lain, ambisius, dominasi, dan enerjik. Contoh: produser acara, supervisor, dan pedagang.
Conventional: matematikal, mengelola segala sesuatu dengan rapi, dan senang bekerja di ruangan. Contoh: analis keuangan, akunting dan sekretaris.

Kelebihan Tes Holland:
1.      Jelas mengukur minat.
2.      Mengetahui karakteristik individu secara jelas.
3.      Mengukur taraf intelegensi untuk melihat tingkat pendidikan.
4.      Bimbingan konseling dan kalir.

Kekurangan Tes Holland:
1.      Faking.
2.      Bias dalam menjawab.
3.      Ada batas usia.
4.      Testee malas menjawab.
5.      Teori kurang ditinjau.

RMIB Test (Rothwell Miller Interest Blank)
Dikenalkan pertama kali oleh Rothwell Miller pada tahun 1947 (9 jenis kategori). Lalu pada tahun 1950 diperluas menjadi 12 jenis kategori. Tes ini bertujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap.

12 kategori tersebut, antara lain:
Outdoor: bekerja di ruang terbuka. Contoh: petani dan guru olahraga.
Practical: berkaitan dengan keterampilan. Contoh: tukang kayu dan tukang jahit.
Medical: pengobatan. Contoh: dokter dan ahli bedah.
Computational: berhubungan dengan angka-angka. Contoh: akuntan dan guru matematika.
Mechanical: berhubungan dengan alat-alat. Contoh: insinyur sipil dan montir.
Scientific: berkaitan dengan analisa. Contoh: ilmuwan dan ahli biologi.
Personal contact: berhubungan dengan manusia. Contoh: Manajer dan Salesman.
Musical: berkaitan dengan music dan alat music. Comtoh: pianis dan composer.
 
Aesthetic: Seni atau menciptakan sesuatu. Contoh: desainer dan seniman.
Lateracy: berhubungan dengan buku-buku dan membaca. Contoh: wartawan, penulis, dan pengarang.
Clerical: ketepatan. Contoh: manajer Bank.
Social service: kesejahteraan penduduk. Contoh: guru SD dan psikolog.

Kelebihan RMIB test:
Diperuntukkan bagi orang dewasa.
Memperlihatkan pola interest subjek.
 Bisa digunakan sebagai tes klasikal maupun tes individu.














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den