Langsung ke konten utama

Tes Psikologi



Hallo sobat bloggers....
Hari ini saya akan membahas mengenai beberapa tes psikologi, antara lain: tes grafis & tes proyeksi, tes intelegensi, serta tes inventory. disimak baik-baik ya :) 


TES GRAFIS DAN TES PROYEKTIF

-         Tes Grafis (WZT, DAP, BAUM, HTP)

Tes WZT/WARTEGG terdapat 8 buah kotak yang  terdiri dari 1 buah karakter item dengan data berbentuk/berupa gambar yang ambigu dan berbeda di masing-masing kotak tersebut. WZT/WARTEGG merupakan sebuah tes proyeksi yang di setiap kotaknya memberikan rangsangan berbeda yang tentu saja akan menghasilkan respon yang berbeda pula pada tiap individu sesuai dengan kepribadiannya. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengeksplorasi struktur kepribadian individu dari fungsi dasarnya, seperti: imajinasi, emosi, kontrol, dinamisme, fungsi realita, melihat sejauh mana sebuah masalah “meluas” di dalam diri individu, dan melihat abnormalitas pada manusia).

 
DAPmerupakan tes psikologi yang dilakukan dengan cara menggambar orang. Pada umumnya, tes ini dilakukan untuk proses seleksi karyawan di sebuah perusahaan, seleksi dan diagnose di militer, kesiapan pendidikan anak, penjurusan di sekolah, mengenai minat dan bakat yang sesuai untuk melanjutkan kuliah, dan digunakan psikolog untuk mendiagnosa kepribadian individu.
Untuk keperluan pemeriksaan klinis: tes dilakukan tanpa batas waktu dan testee diperkenankan untuk menggunakan penghapus
Untuk keperluan pemeriksaan non klinis: tes dilakukan dengan batasan waktu (10 menit) dan testee tidak diperkenankan untuk menggunakan penghapus.

 
BAUMadalah tes psikologi yang dilakukan dengan cara menggambar pohon. Peran tes BAUM dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: untuk melihat karakter/kepribadian individu, membantu psikolog klinis untuk mencari gambaran kepribadian individu, dan digunakan oleh tim rekrutmen di sebuah perusahaan sebagai metode untuk melihat potensi karyawan.
Untuk keperluan pemeriksaan klinis: tes dilakukan tanpa batas waktu dan testee diperkenankan untuk menggunakan penghapus
Untuk keperluan pemeriksaan non klinis: tes dilakukan dengan batasan waktu (10 menit) dan testee tidak diperkenankan untuk menggunakan penghapus.

 
HTP (House-Tree-Person) adalah tes psikologi yang dilakukan dengan cara menggambar rumah, pohon, dan orang.
Interpretasi terhadap gambar, antara lain:
Rumah: Ukuran rumah, posisi jendela, atap rumah, trotoar, dan lain-lain.
Pohon: Batang, dahan, daun, akar, dan lain-lain.
Orang: Jenis kelamin, bentuk mulut, tangan, kaki, dan lain-lain.

-         GRAFOLOGI, DRAGON TEST

 
Grafologimerupakan ilmu yang dapat menginterpretasikan karakter individu melalui tulisan tangannya. Tujuan dari tes ini adalah untuk melihat karakter dan kepribadian yang dimiliki individu (motivasi, keadaan mental, emosi, minat dan bakat, dan kekuatan serta kelemahan diri).
3 Konsep dalam grafologi, yaitu:
1. Ruang, terkait dengan tempat seseorang dalam mencoretkan tulisannya.
2. Gerak, terkait dengan arah tulisan.
3. Bentuk, terkait dengan bentuk tulisan dari tiap huruf atau kata.

Dragon Test merupakan tes yang psikologi yang diperuntukkan bagi anak-anak dengan objek:
Matahari, melambangkan sosok ayah.
Rumah, melambangkan sosok ibu.
Pohon, melambangkan seorang anak.
Naga, melambangkan kemarahan, kekuatan, kehendak, dinamika seorang anak.
Kolam, melambangkan perasaan, sensitivitas, dan kondisi emosi

-       Tes Proyektif

 
Tes Rorscach, digunakan untuk melihat kepribadian seseorang. Lebih spesifik lagi, tes ini mengevaluasi keadaan-keadaan emosi yang dialami klien dalam hidupnya, tingkat intelektual seseorang, dan memberi penjelasan terkait komponen-komponen kepribadian seseorang. Pada tes ini, klien diberikan 10 buah kartu dengan cipratan tinta yang hampir simetris di dalam kartu tersebut. Lima kartu berwarna, hitam, putih dan abu-abu yang berbayang, sedangkan lima kartu lainnya adalah kartu berwarna.

 
TAT (Thematic Apperception Test), merupakan tes psikologi yang digunakan untuk mengukur aspek kepribadian individu. Metode tes dilakukan dengan memberikan 5 buah kartu bergambar dan 1 buah kartu yang kosong kepada klien. Masing-masing pria dan wanita diberikan jenis kartu bergambar yang berbeda. Dalam tes ini, klien diminta untuk membuat cerita dari beberapa kartu bergambar yang disajikan satu persatu.



TES INTELEGENSI

Macam-macam tes intelegensi, antara lain:
-        IST, merupakan tes intelegensi dengan fungsi: dalam perencanaan pendidikan dan karir, membantu individu dalam proses pengambilan keputusan, pemahaman dan pengembangan diri, serta penggambaran pola kerja tertentu pada individu.
Subtes-subtes dalam IST, antara lain:
• SE Melengkapi kalimat
• WA Melengkapi kalimat
• AN Persamaan kata
• GE Sifat yang dimiliki bersama
• RA Berhitung
• ZR Deret angka
• FA Memilih bentuk
• WU Latihan balok
• ME Latihan simbol

-      CFIT, merupakan salah satu tes intelegensi yang digunakan untuk keperluan yang kaitannya dengan faktor kecerdasan atau kemampuan mental. CFIT memiliki 3 skala yang mengukur kemampuan mental, yaitu:
1. Skala 1: Berusia 4-8 tahun, yakni orang dengan ciri retardasi mental.
2. Skala 2: Berusia 8-15 tahun, yakni orang dewasa dengan kecerdasan dibawah normal/di bawah rata-rata.
3. Skala 3: Berusia lebih dari 15 tahun, diperuntukkan bagi individu dengan usia sekolah lanjut atas dan orang dewasa dengan tingkat kecerdasan yang tinggi.

-         STM (Standard Progressive Matrices), adalah salah satu tes intelegensi yang dapat diberikan secara individual maupun kolektif (kelompok).

-          SB (Skala Binet), merupakan salah satu tes intelegensi yang diperuntukkan bagi anak-anak, dengan klasifikasi IQ tes sebagai berikut:
• 140 keatas, Very Superior
• 120-139  Superior
• 110-119  Rata-rata Atas
• 90-109  Normal atau Rata-rata
• 80-89  Rata-rata Bawah
• 70-79 Borderline Deffective
• 69-kebawah Cacat Mental (Mentally Detective)

-          WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale Revised)adalah salah satu tes intelegensi yang fungsinya mengukur 2 aspek, yaitu aspek dalam hal kemampuan potensial tiap-tiap individu (aspek verbal) dan aspek performance.

-          WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children), merupakan tes psikologi yang fungsinya mengukur intelegensi dengan 2 skala dari 12 subtes. 2 skala tersebut yakni skala verbal dan skala performansi. Skala verbal terdiri dari: Informasi, komprehensi, aritmatik, kesamaan, kosakata, dan rentang angka. Sedangkan skala performansi terdiri dari: kelengkapan gambar, susunan gambar, rancangan blok, perakitan objek, coding, dan mazes (taman sesat).
TES KEMAMPUAN KERJA
-         
    Tes Kraepelin, merupakan salah satu tes kemampuan kerja yang fungsinya untuk mengukur performa seseorang. Tes ini mengukur 4 faktor, yaitu: faktor kecepatan, faktor ketelitian, faktor keajegan, dan faktor ketahanan.
-           
     Tes Pauli, merupakan salah satu  tes kemampuan kerja yang fungsinya adalah mengukur prestasi individu, melihat pengaruh sikap kerja terhadap prestasi, serta mengetahui batas perbedaan kondisi dari individu tertentu.

Aspek-aspek kepribadian-kepribadian yang diukur di dalam tes Pauli antara lain:
Kekuatan dalam hal kemauan
Daya tahan dan keuletan
Ketekunan dan konsentrasi
Daya penyesuaian Vitalitas/energi (dengan asumsi, energi = prestasi)
Kecermatan dan ketelitian
Stabilitas emosi
Sikap terhadap tugas, sikap dalam menghadapi tantangan, dan cara mengendalikan diri

-         TES EVALUASI BELAJAR, merupakan tes psikologi yang fungsinya adalah untuk mengevaluasi pencapaian tujuan pengajaran, mengukur tingkat keberhasilan siswa, memotivasi siswa dari hasil evaluasi, mengevaluasi kesulitan belajar yang dialami siswa, dan dapat memperbaiki program pembelajaran dari hasil evaluasi.


  
TES INVENTORI
-          PAPI (The Personality Preference Inventory), merupakan salah satu tes psikologi yang dirancang oleh Dr. Max Martin Kostick dan digunakan untuk memeriksa gaya kerja serta berusaha memberi penjelasan serta jawaban terkait pertanyaan permasalahan kepribadian inheren. PAPI memiliki 2 format, yakni:
PAPI-I (Ipsatif), format tes adalah wajib memilih preferensi-preferensi dari 90 pertanyaan.
PAPI-N (Normatif), format tes adalah melihat sejauh mana mereka setyju dengan 126 pernyataan.

-         NEO-PI-R (Neo Personality Inventory Revised), merupakan sebuah alat ukur yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae yang digunakan untuk mengukur big five traits melalui kuesioner. NEO-PI-R terdiri dari 240 item (5 faktor x 6 facet x 8 item). Beberapa tujuan dari tes ini adalah untuk mengukur hubungan interpersonal, keterbukaan diri terhadap pengalaman-pengalaman baru, kemampuan berorganisasi individu, kecenderungan untuk tunduk, serta kecenderungan emosi individu.

-  DISC (Dominance, Influence, Steadiness, Complience), merupakan tes psikologi yang dikembangkan oleh William Moulton Marston dan digunakan untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian individu. Manfaat dari DISC, antara lain: untuk memahami tipe kepribadaian terkait dengan kelebihan ataupun kekurangan dirinya, dalam hal perencanaan masa depan yang lebih baik, serta penempatan yang sesuai dengan keunikan yang dimiliki oleh tiap-tiap individu.

-        EPPS (Edward Personality Preference Schedule),merupakan tes psikologi yang dikembangkan oleh H. A. Murray dang digunakan untuk mengukur tingkat kepribadian seseorang, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki oleh seseorang.

-          MBTI, merupakan tes psikologi yang dikembangkan pertama kali oleh Katherine Cook Briggs dan Isabel Brigss Myers dan digunakan untuk mengetahui tipe-tipe kepribadian seseorang di dalam lingkungannya dan mengklasifikasikan orang-orang menurut tipe kepribadian yang spesifik. Empat skala kecenderungan MBTI, yakni:

1. Ekstrovert vs Introvert
2. Sensing vs Intuition
3. Thinking vs Feelinh
4. Judging vs Perceiving

          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den