Langsung ke konten utama

Tercapainya Suatu Tujuan yang Membuat Kita Bangga


Halo sobat bloggers....

Kali ini saya, Fitria, akan mengulas tema tentang betapa bangganya kita ketika tujuan yang kita buat bisa terwujud dengan sangat baik...

Selamat membacaJJ

 

 

 

Pernahkah anda mengalami saat-saat dimana sesuatu yang anda jadikan sebagai sebuah tujuan pada akhirnya terwujud menjadi sebuah kenyataan? Jika jawabannya iya, maka berarti anda sudah melakukan sebuah proses untuk mewujudkan hal tersebut dan bertanggung jawab atas apa yang telah anda tetapkan sebelumnya.

                Namun, pertanyaan-pertanyaan yang justru akan muncul adalah sejauh apa anda menganggap serius tujuan yang telah dibuat sebelumnya itu? Apakah anda benar-benar berusaha semaksimal mungkin dalam mewujudkan hal itu? Apakah anda tetap berpegang teguh terhadap komitmen yang anda buat? Jika anda memiliki integritas yang tinggi nampaknya ketiga pertanyaan di atas akan terjawab dengan baik dan tidak perlu diragukan.

               
 
 Untuk bisa mewujudkan suatu tujuan, kita memang dituntut untuk berusaha terlebih dahulu. Seperti pepatah lama yang mengatakan ”Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.”. Yang mana memberi kita pengertian bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang kita impikan atau sesuatu yang akan membuat kita senang, haruslah diawali dengan suatu upaya dan usaha yang mengaharuskan kita untuk bersusah-susah terlebih dahulu. Akan tetapi, hal itu tentunya akan memberikan hasil yang sebanding dengan apa yang kita lakukan nantinya.

                Seseorang yang bersungguh-sungguh, dengan disertai niat yang kuat dari hatinya, dalam menetapkan suatu tujuan, sudah tentu akan bersungguh-sungguh pula untuk mewujudkan hal tersebut. Ia pasti akan rela menjalani segalanya (dalam hal positif) yang berhubungan dengan tujuannya tadi, meskipun itu mengharuskannya untuk melewati masa-masa dimana suatu kesulitan bisa saja ia temui. Dengan niat yang begitu kuat, kesulitan tadi bukanlah apa-apa baginya.

                Sebaliknya, jika seseorang hanya menetapkan tujuan dengan niat yang biasa saja, tanpa ada dorongan yang kuat dari hatinya, ia pasti akan menjalani proses untuk mencapai tujuannya dengan setengah hati dan bersikap tidak konsisten. Di tengah perjalanan dalam mewujudkan tujuan itu, ketika menemui suatu kesulitan, ia pasti akan mengeluh. Padahal sebenarnya itulah salah satu pembelajaran yang harusnya bisa mempermudah ia dalam mencapai tujuannya.

                Ketika satu tujuan yang kita buat sebelumnya pada akhirnya terwujud dengan sangat baik, sudah tentu kita akan merasa senang dan sangat puas. Karena apa yang kita perbuat, perjuangkan, dan kita jalani membuahkan hasil yang begitu besar. Di samping itu, kita juga mendapatkan sebuah pembelajaran mengenai konsistensi diri, integritas, tanggung jawab, disiplin, dan arti dari sebuah usaha. Kelima hal tersebut adalah apa yang menjadi kebutuhan dasar manusia untuk bisa bersaing di zaman seperti saat ini. Oleh karena itu, hal-hal di atas tentu menjadi sumber pelatihan awal supaya kita bisa menjadi manusia yang berkualitas.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den