Langsung ke konten utama

Team work dalam Mencapai Tujuan Bersama


Hai sobat bloggers dimanapun anda berada................

Berjumpa lagi dengan saya, Fitria J

Pada edisi tulisan kali ini, saya akan membahas tema seputar team work

Selamat membaca yaaaa........

 

 

            Kita tentu sering mendengar istilah “team work”atau dalam bahasa Indonesia sendiri disebut kerja tim. Apa sebenarnya definisi team work? team work adalah kerjasama di dalam sebuah tim untuk mencapai suatu tujuan bersama yang telah dibuat sebelumnya. Di dalam team work, ada beberapa sikap yang harus dihilangkan supaya hal tersebut bisa terealisasikan dengan sebaik-baiknya. Sikap-sikap tersebut antara lain:
1.      Individualis, di dalam team work seseorang dituntut untuk dapat bekerja sama dengan orang lain. Antara yang satu dengan yang lainnya harus saling membantu demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan bersama. Misalnya si A, B, dan si C adalah satu tim kerja di sebuah perusahaan. Maka si A dituntut untuk dapat membantu menyelesaikan tugas yang tidak dimengerti si B dan si C. Atau Si B dituntut untuk dapat membantu menyelesaikan tugas si A dan si C, dan seterusnya.

2.Egois, ini adalah contoh salah satu sikap yang juga sangat ditentang ketika kita berada di dalam sebuah tim kerja. Sikap egois itu misalnya seperti selalu membenarkan pendapatnya dan tidak mau mendengarkan pendapat-pendapat dari orang lain..

3.      Close minded, sikap ini akan menghambat berkembangnya ide di dalam suatu tim. Dengan adanya sikap ini, tidak semua orang yang tergabung di dalam tim kerja bisa menyumbangkan ide-ide kreatifnya yang dapat membantu tim kerja ini dalam merealisasikan tujuannya

Jika hal-hal di atas adalah contoh dari sikap yang harus dihilangkan di dalam team work, maka ada beberapa sikap yang diperlukan di dalam team work, antara lain:

1.      Leadership, di dalam team work tidak mungkin semua anggota mengatur ini dan itu. Dengan begitu, justru akan menimbulkan kekacauan di dalam tim tersebut. Maka dibutuhkan seorang leader untuk memimpin, sehingga tidak terjadi kekacauan-kekacauan yang dapat menghambat tercapainya tujuan dalam tim tersebut.

2.      Open minded, untuk memperkaya pengetahuan dan ide-ide yang inovatif, dalam team work tentunya dibutuhkan suatu ide-ide yang tidak hanya muncul dari satu orang saja, tapi ide-ide tersebut harus muncul dari seluruh anggota pada satu tim itu. Sehingga akan memperkaya ide dan memudahkan dalam melakukan pencapaian terhadap satu tujuan.

3.      Berperan aktif, sikap ini harus dimiliki oleh setiap anggota dalam suatu tim kerja, sebab kontribusi mereka jelas menentukan bagaimana suatu tim bisa mencapai tujuan yang sebelumnya telah dibuat.

Jika 3 contoh sikap negatif dan 3 contoh sikap positif di atas dilaksanakan, maka suatu tim kerja (team work) akan mudah mencapai tujuan serta tidak akan menemukan banyak kesulitan di dalam proses pencapaian tujuan itu.

            Di era seperti saat ini, sudah sepantasnya kita untuk membiasakan diri dalam bekerja sama di dalam sebuah tim. Sebab jika tidak dilatih sejak kini, maka kita akan menemukan banyak kesulitan ketika suatu hari nanti kita mendapat tuntutan dari pekerjaan yang mengharuskan kita untuk tergabung di dalam sebuah tim.

            Pada 2015 nanti kita akan menemukan Pasar Ekonomi Bebas yang mengharuskan kita terbiasa untuk berinteraksi dengan orang-orang dari negara lain. Dalam kasus ini, sudah tentu team work menjadi bagian yang begitu penting. Jika kita tidak membiasakan diri untuk hal itu sejak kini, maka akan dipastikan nantinya kita tidak akan mampu bersaing di era tersebut dan tidak akan pernah bertahan lama di dalam suatu pekerjaan yang menjadikan team work sebagai modal utama.

 

Itulah sedikit ulasan dari saya, semoga bermanfaat yaJJ


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den