Langsung ke konten utama

Mengapa Integritas Sangatlah Diperlukan dalam Kehidupan?


 

Selamat pagi/siang/sore/malam bloggers..............

Berjumpa lagi dengan saya, Fitria, dengan tema tulisan kali ini yaitu “INTEGRITAS”

Selamat membaca yaa.......................

 

 

 

Pernahkah anda mendengar kata “Integrity”?

Lalu apa itu integrity?

Integrity/integritas dapat diartikan sebagai menyatunya kata dengan perbuatan. Artinya, apa yang kita perbuat adalah sesuai dengan apa yang kita ucapkan atau kita niatkan sebelumnya. Integrity atau dalam bahasa Indonesia disebut integritas, merupakan fase dimana kita harus merapikan pemikiran, perilaku, dan perbuatan. Jika kita membicarakan tentang integritas, tentunya kita juga akan membicarakan seputar karakter dan kepribadian seseorang, seperti: sikap tanggung jawab, dapat dipercaya, kejujuran, komitmen, dan kesetiaan.

          Di dalam kehidupan sehari-hari, contoh kecil dari sebuah integritas adalah seorang pecandu rokok. Tiga aspek yang perlu diperhatikan, antara lain:

1.    Kognitif

Mereka mengetahui bahwa rokok adalah hal yang sangat merugikan, terutama bagi kesehatan. Akan ada banyak penyakit, seperti: jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin, yang siap menggerogoti tubuh mereka. Akan tetapi itu tidaklah menjadi penghalang bagi para perokok tersebut. Mereka tetap merokok dan tidak memperhatikan segala hal-hal yang akan mengganggu kondisi kesehatan mereka. Dari sini didapatkan penilaian yang sifatnya negatif terhadap rokok (-).

2.    Afektif

Ini adalah aspek dimana para pecandu rokok mengemukakan alasan-alasannya mengapa mereka memilih untuk merokok? Kebanyakan dari para perokok memberikan alasan bahwa merokok itu dapat menghilangkan stres dan membuat mereka merasa lebih nyaman. Inilah alasan-alasan mereka yg sifatnya positif (+) terhadap rokok.

3.    Perilaku

Ketika seorang pecandu rokok aspek kognitifnya terhadap rokok bernilai negatif (-) sementara aspek afektifnya bernilai positif (+), maka kesimpulan yang diperoleh adalah mereka positif menjadi pecandu rokok.

Pada aspek afektif, sebenarnya alasan di atas merupakan sebuah alasan yang didasari tanpa adanya komitmen. Sehingga tidak menunjukkan integritas diri si perokok tadi. Artinya, untuk membuktikan adanya integritas diri yang kuat ketika ia memilih untuk menjadi seorang pecandu rokok, haruslah didasari dengan alasan-alasan yang akan memperkuat tujuan mereka untuk merokok.

Misalnya dengan mengungkapkan alasan seperti ini, “Kakek saya adalah seorang pecandu rokok. Dalam sehari biasanya menghabiskan 2-3 bungkus rokok.  Umurnya kini sudah lewat dari 100 tahun, tapi ia tidak pernah menderita sakit jantung dan penyakit-penyakit lain yang diakibatkan oleh rokok seperti para perokok umumnya. Ia justru semakin terlihat kuat dan bersemangat.”. Jika mereka beralasan seperti itu artinya mereka menjadi perokok yang konsisten dan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap diri sendiri, karena telah memiliki alasan yang jelas. Alasannya bukanlah rokok dapat menghilangkan stres dan semacamnya.

          Contoh lainnya:  prinsip kerja kita sebagai manusia adalah leisure, artinya kita berbuat untuk pemenuhan kebutuhan, keinginan, dan kesenangan diri kita sendiri. Misalnya seorang anggota parlemen yang melakukan tindakan korupsi. Ia tahu bahwa korupsi itu tidak boleh dilakukan, namun ia malah melakukannya. Tidak hanya sekali, tapi berulang kali. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?  Inilah mengapa integritas sangat dibutuhkan. Mereka mengatakan bahwa korupsi itu tidak boleh dilakukan. Namun mereka hanya sekedar mengatakan saja, tidak diterapkan di dalam perbuatan dan perilakunya di kehidupan sehari-hari. Mereka merasa segala kebutuhan dan keinginan mereka telah terpenuhi secara menyeluruh. Dengan demikian, berarti mereka belum memiliki integritas dalam diri mereka.

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
Itulah sedikit ulasan dari saya mengenai apa itu integritas dan contohnya dalam kehidupan.

Terimakasih telah membaca....

Semoga bermanfaat yaJJ

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den