Langsung ke konten utama

Resensi Novel "7 Hari Menembus Waktu"


      





YPENDAHULUAN
 

7 Hari Menembus Waktu
Oleh : Charon
GM 321 01 10 0014 
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
JL.Palmerah Barat 29-37
Blok 1 , Lantai 4-5
Jakarta 10270
Ilustrasi cover oleh : yustisea.satya@gmail .com
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang
Diterbitkan pertama kali oleh
Gramedia Pustaka utama
Anggota IKAPI
Jakarta , Maret 2010
Cetakan kedua , Juni 2010
176 halaman : 20 cm
ISBN 978-979-22-5518-8

 

YISI

          Novel yang berjudul “7 Hari Menembus Waktu” ini berisikan tentang seorang gadis yang bernama Marissa , Marissa mempunyai mantan pacar yang bernama Michael kemudian Michael ini berpacaran dengan Shelina , musuh terbesar Marissa.

          Marissa kesal sekali ketika harus ikut ayahnya ke Gedung Albatross. Itu artinya dia akan bertemu Michael , mantan pacarnya .Dan itu berarti dia juga akan bertemu Selina , musuh bebuyutannya yang telah merebut Michael dari sisinya.

          Merasa frustasi oleh situasi , tak sadar Marissa menangis didepan sebuah lukisan yang konon bisa mengabulkan semua permintaan , Marissa bergumam seandainya ia bisa menghilang dari situ.

          Dan ia betul-betul menghilang …terlempar ke masa 20 tahun yang lalu , saat ia belum lahir kedunia ini , saat kedua orang tuanya pun belum pacaran dan masih kuliah.

          Bersama Wiliam , anak kecil yang ditemuinya dimasa lalu , ia mengalami hal-hal yang lucu dan menyenangkan , hal-hal yang akan mengubah kehidupan Marissa dan William di masa depan ketika dipertemukan kembali pada 6 juli 2008.

          Latar belakang novel ini dibuat adalah karena menulis merupakan hobby dari sang penulis novel yang berjudul “7 Hari Menembus Waktu” . Charon sang penulis mempunyai hobby menulis novel sejak ia SMA.

          Tujuan dari penulisan novel ini adalah untuk memberikan hiburan bagi para pembacanya , memberikan sebuah pelajaran yang terdapat di dalam isi novel “7 Hari Menembus Waktu” serta memberikan pesan atau amanat-amanat.

          Gaya penulisan yang terdapat di dalam novel ini sangatlah unik dan mudah dimengerti bagi para pembacanya daripada novel-novel lain yang pernah saya baca karena novel ini menggunakan bahasa sehari-hari namun santun.

 

YPENUTUP

Kualitas novel ini sangatlah bagus karena bahasa yang digunakan mudah dimengerti bagi siapa saja yang membacanya serta novel ini menyajikan cerita yang sangat menarik untuk dibaca karena cerita yang disajikan sangat menyentuh dan terdapat alur campuran sehingga imajinasi kita bisa berkembang atau meningkat. Akan tetapi ada beberapa kekurangan dari novel ini misalnya, novel ini hanya bisa dibaca oleh remaja karena cerita yang disajikan hanya untuk remaja.

Novel ini disajikan sesuai kebutuhan anak remaja dizaman sekarang sehingga mereka lebih mudah mengerti cerita dari novel ini. Buku ini amat tepat sebagai buku bacaan remaja yang ingin mengembangkan imajinasi mereka dan pola pikir mereka. Novel ini juga memberikan beberapa pelajaran-pelajaran untuk kehidupan kita.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den