Langsung ke konten utama

Mulailah Perubahan dari Diri Sendiri!!!


Selamat malam bloggersJ

Berjumpa lagi dengan saya, Fitria, dengan tema tulisan yang berbeda JJJ

Kali ini saya akan berbicara tentang bagaimana cara untuk mengubah dunia.

Selamat membaca bloggersJ

 

Banyak orang yang mempunyai mimpi besar untuk bisa mengubah dunia, termasuk mimpi besar saya untuk mengubah keterpurukan yang sedang dialami bangsa ini. Namun pernahkah kita berpikir bahwa untuk mengubah dunia kita harus mengubah diri kita sendiri terlebih dahulu? Maksudnya adalah kita tidak akan pernah memberikan kontribusi apa-apa terhadap kelangsungan hidup manusia di bumi ini jika kita hanya diam dan tak mau melakukan sesuatu.

Contoh kecilnya adalah kita sebagai seorang pemuda-pemudi. Apakah tugas seorang pemuda-pemudi hanyalah belajar-bekerja-bermain-lalu setelah semua selesai, kita hanya duduk berdiam diri dan tak pernah berpikir bahwa keutuhan dan kekuatan bangsa ini terletak di pundak kita? Pernahkah kita berpikir demikian? Saya rasa jarang sekali di antara pemuda-pemudi Indonesia berpikir sekritis ini.

          Setujukah anda ketika saya bertanya dimanakah letak kekuatan bangsa Indonesia jika pemuda-pemudinya saja enggan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka? Sudah sangat jelas bagaimana cerminan bangsa ini  kedepannya jika pemuda dan pemudinya saja tidak mau dan tidak peduli untuk memikirkan perubahan apa yang harus diciptakan untuk menyongsong masa depan yang begitu indah untuk bangsa ini. Untuk sekedar merenungkan mengapa saat ini bangsa kita terlihat begitu lemah dan mengkhawatirkan?

          Untuk menciptakan suatu perubahan terhadap dunia, misalnya keinginan saya untuk mengubah bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik dan dihormati, saya sebagai pemudi tentu memiliki andil yang cukup besar ketika saya memutuskan untuk memulai perubahan tersebut. Akan sangat terlihat kekuatan bangsa Indonesia ketika pemuda dan pemudinya bangkit dan memulai perubahan pada dirinya sendiri. Saat saya memiliki pandangan dan cita-cita untuk mengubah dunia, berarti saya sudah harus melakukan perubahan terhadap diri saya sendiri.

          Perubahan yang ingin kita lakukan terhadap bangsa ataupun dunia, tidaklah harus dengan hal-hal besar. Tapi mulailah dengan hal-hal kecil seperti misalnya: saya sebagai seorang mahasiswi harus mengubah cara belajar saya supaya ketika di akhir semester saya mendapatkan IP yang bagus dan sangat memuaskan, belajar lebih keras dalam menguasai bahasa Inggris dan berusaha semaksimal mungkin agar mendapatkan sertifikat TOEFL dengan skor yang menakjubkan. Dua hal tersebut contohnya bisa menjadi dua buah syarat untuk mengikuti Student Exchange yang diadakan oleh Universitas. Hanya dengan hal kecil seperti itu, kita bisa membuka mata dunia bahwa banyak pemuda-pemudi Indonesia yang pintar, cerdas, dan bertalenta. Kita siap untuk bersaing dengan pemuda-pemudi dari negara lain dan memberikan hasil yang terbaik. Inilah salah satu contoh perubahan yang bisa kita lakukan.

          Agar perubahan yang kita lakukan itu bisa sesuai dengan keinginan awal kita, sebaiknya kita juga harus memiliki dan mengarahkan dengan baik tujuan kita kedepannya, sebab jika tidak demikian, maka kita akan menemukan hal-hal sulit di tengah perjalanan kita nantinya. Misalnya saya yang ingin mengubah cara belajar saya supaya mendapatkan hasil yang paling baik ketika lulus nanti dengan cara mengatur jadwal harian saya. Seperti:
 
 
 

1.    Membaca buku mata kuliah haruslah menjadi hobi sehari-hari. Membaca buku matkul berbahasa Indonesia sehari minimal 2 jam, dan buku berbahasa Inggris sehari minimal 2 jam juga.

2.    Mengerjakan tugas dari dosen maksimal 2 hari setelah pemberian tugas, lalu mengumpulkannya.

3.    Tidak boleh mengeluh ketika ada dosen yang memberikan banyak sekali tugas.

4.    Hari Minggu adalah saatnya untuk merefresh otak, terbebas dari tugas-tugas yang ada

 

 

 

 

Itulah sedikit tulisan dari saya.

Selamat membacaJ semoga bermanfaat.........

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den