Langsung ke konten utama

Komitmen dan Sikap Disiplin dalam Mencapai Tujuan untuk Mewujudkan Suatu Perubahan


Komitmen dan Sikap Disiplin dalam Mencapai Tujuan untuk Mewujudkan Suatu Perubahan

 

Pernahkah anda mendengar kata komitmen? Pernahkah juga anda mendengar kata displin? Lalu apa arti dari kedua kata tersebut? Komitmen adalah berpegang teguh atas keputusan apa yang telah diambil dan akan menanggung segala konsekuensinya, sedangkan disiplin adalah sikap taat terhadap suatu nilai, aturan, maupun tata tertib yang berlaku sehingga sikap tersebut sudah dianggap sebagai tanggung jawabnya.

Lalu, apa makna dari kalimat “komitmen dan sikap disiplin dalam mencapai tujuan untuk mewujudkan suatu perubahan?”. Jawabannya adalah bahwa ketika ada sebuah komitmen di dalam diri kita, maka kita harus mewujudkan komitmen tersebut sehingga bisa tercapai sebuah tujuan. Tentunya tujuan-tujuan tersebut hanya akan bisa tercapai ketika kita melalui proses dimana sikap disiplin kita menjadi bagian di dalamnya. Entah itu disiplin dalam mengatur waktu, disiplin dalam bertindak, dan disiplin-disiplin lainnya. Dengan begitu, komitmen dengan sendirinya akan membiasakan diri kita untuk membuat rencana diawal tentang komitmen itu sendiri dan mewujudkannya lewat sikap-sikap dimana kita akan mudah mencapai tujuan dari hal itu. Maka, secara tidak langsung, ketika kita berkomitmen akan ada pelajaran lain yang kita dapatkan, yaitu tentang kedisiplinan.

Di sekitar kita banyak sekali dijumpai hal-hal kecil yang menjadi contoh ketika berkomitmen tidak disertai sikap disiplin yang kuat. Dengan begitu komitmen yang telah kita buat sendiri sebelumnya tidak akan terlaksana dengan baik atau bahkan tidak tercapai sama sekali. Salah satu contohnya adalah:

Seorang mahasiswa baru yang baru saja lulus dari SMA berkomitmen untuk melakukan perubahan ketika ia duduk di bangku perkuliahan, akan tetapi ia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan sikap disiplin, misalnya: datang terlambat ke kampus, mengganggu teman ketika sedang dalam proses belajar, dan tidak fokus ketika dosen sedang menjelaskan. Ketidakfokusan itu terlihat saat ia mulai bosan di kelas, seperti menguap saat mengantuk. Sikap-sikap di atas justru mempersulit tercapainya sebuah komitmen.


Sedangkan contoh komitmen yang disertai dengan sikap disiplin yang kuat salah satunya adalah:

                             Seorang enterpreneur berkomitmen untuk mensejahterakan pedagang-pedagang kecil menengah. Karena ia serius dengan komitmen yang telah dibuatnya, maka ia bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan mereka, dengan cara memberi pedagang-pedagang menengah tersebut motivasi, pelatihan, dan menerapkan sikap disiplin. Meskipun tidak banyak keuntungan finansial yang didapatkan enterpreneur tersebut, tapi karena itu adalah komitmen dirinya sendiri, maka ia bertekad untuk memperjuangkannya. Seorang Enterpreneur sejati tidak memikirkan apakah ia akan makan hari ini atau tidak, tapi yang ada di dalam pikirannya adalah bagaimana cara untuk menciptakan suatu perubahan demi tercapainya kesejahteraan dalam masyarakat?


Akibat berkurangnya sikap disiplin dan sikap untuk berkomitmen pada diri kita, maka akan sulit bagi kita untuk menjadi manusia yang responsif, yang bisa berkreasi dan menciptakan suatu perubahan. Sebaliknya, kita justru hanya akan menjadi manusia yang adaptif, yang hanya bisa mengikuti apa yang harus kita ikuti sehingga tidak bisa melakukan perubahan apa-apa. Tiga hal yang selalu hadir di dunia ini, selain pilihan dan prinsip, adalah perubahan. Sama seperti apa yang dikatakan oleh seorang ilmuwan:

“Bukan spesies yang terkuat yang bertahan hidup, bahkan bukan pula yang terpandai, tetapi yang paling responsif terhadap perubahan.” Charles Darwin

          Oleh karena itu, milikilah sikap disiplin dan komitmen yang tinggi demi tercapainya tujuan untuk sebuah perubahan. Sekecil apapun perubahan itu, akan tetap bermakna bagi kita dan orang lain.

 

Karena sejatinya, mahasiswa adalah agen dari sebuah perubahan. Jika bukan kita yang memulainya untuk bangsa ini, lalu siapa lagi?

 

 
 
Terimakasih dan Selamat Membaca :)

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

  "Attachment begins in the first relationship of life, the relationship of with the mother. This relationship begins early, even before birth. It can be heavily influenced by the circumstances of birth, including the parents' readiness and desire for the baby, the mothers' mental and emotional state around birth, and birth procedures... Even the levels of mothers' hormones have been found to have an effect, with higher levels of oxytocin supporting more attachment behaviors by mothers..." Continuing my previous review of this book, in this part I will be focused only on the chapter about Attachment with our mother. To be honest, this section is one of my favorite parts of the book with the title The Emotionally Absent Mother. Why? Because attachment has a significant impact on our brain development, mental health, and future relationships. Even research indicates that attachment is created not just from meeting the immediate physical needs of the infant but also

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den