Langsung ke konten utama

Postingan

Book Review - Why attachment is really important in shaping our lives, especially for our future relationship?

Postingan terbaru

Book Review - The Emotionally Absent Mother

"Few experiences in life are as deep as the feelings we carry about our mothers. The roots of some of these feelings are lost in the dark recesses of preverbal experience. The branches go every which way, some holding glorious, sun-drenched moments, while others are broken off, leaving sharp and jagged edges that we get caught on. Mother is not a simple subject..." Disclaimer: As with any exercise provided by this book, this may bring up uncomfortable feelings, so you will want to pace yourself. If you find yourself feeling overwhelmed, you might let it go for now and come back to read this book again when you are ready. It's 10 PM o'clock here when I write down these few paragraphs. No, this is not only about time but also a matter of decision, because this book is my bibliotherapy. So I involve my logic and also my feelings regarding the contents of this book. I will explain to you not only based on the information that I received from this book but also how this bo

Musim Panas Siang Itu

Seperti guratan sinar mentari yang siang itu menyapa Kehadiranmu tak ubahnya sekotak pandora yang tatkala tiba Terbungkus rapi dengan kertas tanpa warna bertalikan pita dan memanjakan mata Entahlah, kau bukan sesuatu yang selama ini kuminta Tapi mengapa datang dengan cara paling tidak disengaja Siang itu adalah bagian musim panas yang berkepanjangan bagiku Kukenakan topi dan b erharap menghalangi sengatan panas yang menderu-deru Tapi ternyata tak begitu, kesan hari itu justru menetap bahkan membeku Di sepanjang bibir pantai, akhirnya kutemukan sesuatu yang baru darimu Sepekan berlalu, ternyata perjumpaan singkat itu menjadi ingatan yang berputar Bahkan segalanya semakin tumbuh dalam dan mengakar Aku semakin bermain dengan kiasan bernalar Aku semakin kewalahan untuk memaknai segalanya yang kian menjalar Padahal janjiku pada diri tak ingin membuat segalanya kian melebar Tapi ternyata aku tenggelam dalam ucapan dan berakhir dengan tatapan yang nanar Bisakah, Bisakah semuanya berhenti cuku

Sepekan Kemarin

Beberapa pekan lalu, kita agaknya terbungkus dalam perasaan yang menggembirakan, ada hal penting yang menakjubkan, sebab kita sedang mempersiapkan pertemuan. Sebagian datang dengan banyak harapan, sebagian yang lain menantikan perjumpaan. Tidak berlebihan rasanya, kalau perjumpaan sore itu, 18 Juni 2023, adalah kenangan yang begitu manis dan tak terlupakan. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan kita dengar cerita-cerita hebat dari gugusan Pulau-Pulau di Indonesia. Jika bukan karena PK ini, rasanya tak akan pernah ada perkenalan yang akhirnya menyisakan memori dan kenangan. Kita datang tak hanya dengan berbekal pakaian dan catatan kecil pelengkap kegiatan, tetapi juga keberanian dan mimpi-mimpi besar yang kemudian saling kita bagikan. Terima kasih sudah menjadi kawan yang menyenangkan selama sepekan kemarin. Ingatlah selalu memori saat kita duduk berhadapan dan tanpa sungkan membangun topik pembicaraan :) Dulu sekali, bahkan sedetik pun tak pernah ada dalam bayangan bisa bersua den

Ini Tentang Kehilangan, yang Tak Pernah Benar-Benar Ada

Aku ingin katakan ini dengan sederhana, Pergantian tahun seperti tak menjanjikan apa-apa Sama seperti tahun-tahun sebelumnya Hanya dua musim yang berkelana Rasanya tetap sama, Tak ada perjalanan yang dilakukan beriringan Tak ada sesuatu yang bisa dijadikan kenangan Tak pernah ada musim gugur yang datang berkepanjangan tetapi mengapa hawanya terlalu dingin dan membekukan harapan? Semilir anginnya perlahan mengguncang dan menaklukkan Mendorongku jauh hingga tersandung kenyataan Aku akhirnya melenguh, dan kalah tanpa persiapan Manusia, seringkali membangun diri dalam kesusahan Memekur dalam angan yang tabu dan penuh pengharapan Melenggak lenggok dalam imajinasi yang dibuatnya sendiri "Berpura-pura" meneguhkan hati  Padahal telah lama kesendirian datang membuai Hingga di titik kejenuhan menyadari bahwa diri begitu lalai Lalai dalam memahami perasaan dan keinginan hati Aku memikirkan semuanya tumbuh membaik dalam ayunan waktu Tapi ternyata runtuh dalam sekali sentakan Semuanya ter

Tidak ada kabar yang ditanyakan, Tidak ada pesan yang disampaikan

Malam tadi, angin berhembus mesra tapi hanya melintasi bayangmu, mengusap lembut wajahku dia tidak menyapa, apalagi duduk menanyakan perkara angin itu bisu, sama seperti hatimu tidak ada kabar yang ditanyakan tidak ada pesan yang disampaikan Sapa yang pernah kau sematkan itu benar-benar memekakkan telinga mengoyak-ngoyak seisi jiwa kamu sungguh membuat segalanya tidak baik-baik saja dan kamu bahkan tidak memahaminya Sebenarnya, tidak ada yang perlu diteruskan semua kekacauan ini, hanya datang dari sensasi yang terlalu mengada-ada aku bisa memahaminya seharusnya, semesta segera mengembalikan semua pada tempatnya pada bagian-bagian yang dulu terisi tapi tak sengaja kau dan aku rampas maaf, bukan kamu yang merampas itu aku, hanya aku yang tak bisa menempatkan semuanya dengan pas Terima kasih selama ini sudah berkelana perlahan dalam pikiran juga dalam kesendirian kau telah menjadi pemenang, bukan dalam perlombaan tapi dalam bentuk lain ketika aku memaknai kehidupan semoga tidak ada lagi k

Book Review - Why Does He Do That?

  Di akhir 2022 lalu, memilih untuk menutup tahun dengan menamatkan satu buah buku yang saya baca karena tanpa sengaja memperoleh rekomendasi bacaan dari salah seorang Psikiater di Media Sosial. Konten yang dibuatnya muncul dalam timeline media sosial Instagram yang saat itu sedang saya buka. Sejujurnya, buku ini belum begitu familiar bagi, tetapi menjadi sangat menarik untuk dipelajari lebih lanjut ketika Psikiater tersebut menjelaskan salah satu informasi pengetahuan yang ternyata selama ini keliru saya ketahui dan pahami. Buku ini berjudul "Why does he do that?" . Buku dengan total halaman 424 ini pertama kali diterbitkan pada musim dingin tahun 2002. Penulisnya sendiri adalah Lundy Bancroft, seorang workshop leader dan konsultan  kekerasan dalam rumah tangga serta kekerasan pada anak. Bancroft sendiri, melalui buku ini, mengatakan bahwa melakukan konseling untuk laki-laki yang menjadi pelaku kekerasan adalah pekerjaan yang sulit. Mereka biasanya sangat enggan untuk mengh